Travelling to Salatiga

April 24th, 2008 by memy

Salatiga, 1 April 2008

Awal april ini saya kembali bertugas ke luar kota. Setelah beberapa hari menghabiskan waktu di kota Kendal, kali ini saya akan bermalam selama empat hari di kota Salatiga.

Salatiga adalah kota kecil. Dengan menempuh waktu perjalanan sekitar satu setengah jam dari Semarang, sampailah saya di kota yang baru pertama kali saya singgahi ini.

Kesan pertama pada saat sampai di kota ini adalah: kota berudara sejuk nan rimbun, dimana cukup banyak pohon-pohon besar di sekitar jalan. Hal ini mengingatkan saya pada kota Malang yang suasananya sekilas mirip-mirip dengan Salatiga.

Beberapa hari sebelumnya, saya berkali-kali browsing di google mengenai informasi/referensi hotel bagus di Salatiga. Maklum, saya benar-benar tidak punya info seputar Salatiga, dan juga tidak pernah punya saudara atau teman yg tinggal disini, praktis info yang saya dapat benar-benar dari hasil saya browsing selama beberapa hari (beberapa jam dalam beberapa hari maksudnya..hehe).

Beruntung, teman-teman di komunitas jalan sutra sangat antusias membagi info mengenai hotel-hotel di Salatiga. Secara garis besar rekan-rekan komunitas me-referensikan beberapa hotel:

• Hotel Wahid/Quality (Info dari rekan saya, hotel ini merupakan hotel baru, hasil merger antara Wahid & Quality)

• Hotel Laras Asri (katanya hotel ini enak dibuat santai-santai. Tapi saya kan disini untuk bekerja. Pasti waktu saya bakalan kurang untuk meluangkan waktu sekedar santai-santai.

• Hotel Le-Beringin (Info dari kenalan saya di sampoerna salatiga, hotel ini bagus dan banyak karyawan sampoerna yang menginap disini jika sedang ada tugas di Salatiga. Humm sepertinya yang ini pilihan utama saya)

Oke. Jadi saya pilihlah hotel Le-Beringin.

Sepanjang jalan menuju hotel Le-Beringin, gak seperti yang saya bayangkan: saya kira di daerah hotel tsb adalah daerah sepi, sunyi, banyak lahan-lahan kosong, dan pikiran aneh lainnya. Ternyata enggak!daerah sepanjang jalan menuju Beringin banyakkk sekali toko-toko, pasar, tempat makan. Wow!kekhawatiran saya bahwa disana bakal kesulitan cari makan..musnah sudah.

Ini kembali mengingatkan saya akan jalan Malioboro di Yogyakarta. begitu banyak toko-toko, penjual barang-barang pinggiran, kaki lima, dsb… Tapi…hal yang satu ini sedikit susah diajak kompromi. Udara dingin!Duh kalo udah ketemu yang satu ini saya bisa mati kutu. Nggak kuat deh. Jadi selama di hotel saya benar-benar mematikan AC, dan berselimut tebal…(padahal masih lebih dingin Bandung lho!).

Oh ya, review hotel Le-Beringin bisa dilihat di:

Klik disini ya…

Rasanya Kerja di Desa

April 12th, 2008 by memy

Semarang, Maret 2008

Hmmm okay, sejujurnya saya memang kurang terlalu senang mendengar ini: harus menjalankan tugas luar kota sendirian. Sendirian.Sendiri. Empat hari pula. Duh terbayang betapa akan boring hidup ini, 4 hari di luar kota dan gak ada temennya sama sekali….

Kota Kendal memang bukanlah kota yang cukup enak buat digunakan jalan-jalan. Udara disana sangat panas menyengat. Gak ada tempat wisata, gak ada oleh-oleh atau makanan khas, apalagi mol. Sebelum saya kesinipun sudah terbayang apa jadinya saya berhari-hari di kota yang sepi nan sunyi. Jadi saya memutuskan untuk bermalam di Semarang saja selama 4 hari, otomatis untuk pekerjaan saya ke Kendal terpaksa pulang-pergi naik Taksi (kurang lebih dari Semarang ke kota Kendal butuh waktu 1 jam). Well, krn di Semarang hanya ada kantor regional (bukan kantor pusat/kantor besar) jadi tidak bisa menyediakan driver untuk karyawan yang ingin berkunjung ke MPS (mitra produksi sigaret) di kota lain.

Untung Pak Beng (si Bapak supir Taksi yang baik hati) ini dengan senang hati mau mengantarkan saya kemana saja (oh ya tentu saja tetap pakai argo donk..). Jadi ceritanya Pak beng adalah driver taksi yang ‘menemukan’ saya di hari pertama saya akan bertugas ke Kendal. Beliau memang biasa mangkal di daerah hotel Horison - tempat saya menginap. So daripada saya bingung pesan taksi lagi, akhirnya selama 4 hari ini saya sudah ‘booking’ si Bapak supaya antar jemput saya selama bertugas di Kendal.

Pukul 7 pagi si Bapak sudah memarkir taksinya di depan lobby hotel, dan selalu menyapa saya dengan sangat ramah. Nah beginilah supir taksi ideal masa kini menurut saya: umur setengah abad dengan peci di kepala - menunjukkan bahwa si Bapak tidak akan macam-macam dengan penumpangnya, hanyalah seorang bapak yang sedang mencari rejeki untuk anak istri, mengajak ngobrol penumpangnya dengan ikhlas (bukan basa-basi maksudnya) seperti cerita tentang anaknya yang katanya lulusan D3 dan saat ini bekerja di salah satu bank swasta. Bahkan ketika tahu perusahaan tempat saya bekerja, si Bapak dengan bangga menunjukkan rokok Sampoerna Hijau-nya (gak ada loe gak rame!huehehehe). Dan perbincangan pun berakhir ketika saya sudah sampai di MPS Kendal. Lumayanlah saya ada teman mengobrol selama perjalanan 1 jam, sambil melihat-lihat pemandangan sawah hijau menghampar dimana-dimana.

Selama tugas di Kendal, saya benar-benar merasakan suasana yang cukup ‘ndeso’. Jangan harap bisa menemukan restoran atau rumah makan mewah disini. Biasanya disana hanya tersedia warung-warung sederhana saja di pinggir jalan. Hari pertama saya disana, saya makan siang di kantin buruh yang harga makanannya cukup murah meriah, dan beberapa hari sisanya saya makan di warung mie ayam depan pabrik yang letaknya di pinggir sawah. Wah, seger banget deh udaranya.. :) jarang-jarang kan bisa makan mie ayam di pinggir sawah?

Hari kedua saya di semarang - sepulang dari Kendal, daripada bengong saya memutuskan untuk memanfaatkan fasilitas yang ada di hotel. So, sepulang dari Kendal saya langsung bersemangat ke fitness center, setelah itu saya berendam di bath tub selama beberapa jam, ini tujuannya untuk menghibur diri sendiri.Bukannya mau gaya-gayaan bermanja-manja seperti ini, tapi..kapan lagi sih saya bisa punya waktu luang kalau nggak sedang keluar kota seperti ini?Apalagi saya sendirian, tanpa teman. Ketimbang bengong di kamar hotel gak jelas, jadi mending saya menyibukkan diri dengan hal-hal yang gak ada hubungannya dengan pekerjaan kantor, hehehe. Di hari ketiga pun saya sepulang dari Kendal langsung tancap ke swimming pool, berenang sampai malam..menikmati air kolam yang ternyata cukup hangat di malam hari. Sekali lagi, ini juga tujuannya untuk sedikit ‘membayar’waktu saya yang sering hilang ketika bekerja di Surabaya.. :)

Yeah setidaknya, walaupun sendirian di kota asing ini, saya masih bisa membahagiakan diri sendiri kan? Hehehe.. :)

bicara malam

December 21st, 2007 by memy

Seperti malam-malam sebelumnya saat sekiranya pekerjaan kantor hari itu selesai, akhirnya kulangkahkan juga kaki ini untuk segera pulang. Dan seperti biasa juga, sebelum sampai di parkiran,saya melewati deretan pohon-pohon…lalu memandang ke arah sekitar. Memang sudah sepi. Jam-jam segini pada malam hari sudah tidak ada orang di kantor.

Saya selalu menengadah keatas untuk beberapa saat setiap malam-malam begini. Sembari melangkahkan kaki untuk pulang, berusaha tersenyum dalam hati. Hari ini seperti biasanya. Saya terlalu sering kehilangan waktu untuk bisa pulang lebih sore, jarang bisa melihat matahari sore yang seharusnya sedang hangat-hangatnya untuk dinikmati. Hmmm….

Memang, pemandangan yang selalu setia menemani di kala saya akan pulang adalah cahaya yang berasal dari langit di setiap malam-malam yang cerah ini. Jujur, terkadang saya lelah dengan semua ini… waktu yang banyak hilang untuk pekerjaan, pikiran yang terlalu banyak terkuras untuk urusan di kantor, dan beberapa hal yang membuat diri ini susah untuk bisa rileks…Tapi setiap saya menengadah keatas, saya berusaha menikmati suasana ini. Angin, suara daun, dan juga langkah kaki saya sendiri, juga tak lupa rasa letih di badan dan pikiran yang sedikit terlupakan dengan sengaja. Bukankah hidup ini harusnya bisa dinikmati dengan berbagai cara?

Sedikit Kesedihan di Hari Ini

January 19th, 2007 by memy

19 Januari 2007

11 PM

Sebenarnya aku hanya ingin sedikit menyentil atas apa yang terjadi saat ini di lingkungan kerjaku. Agak sulit juga (baca: dengan berat hati) mengatakan bahwa suasana kantorku sedang agak gak nyaman untuk saat ini. Actually, penyebabnya cukup klasik juga sih: tentang hubungan atasan bawahan.

Belakangan memang begitu banyak bahasan rekan-rekan bernada sensitif yang sering bikin perasaan ini menjadi campur aduk. Pertama, nada ketidakpuasan. Kedua, nada ketidakterimaan. Ketiga dan seterusnya pasti nada-nada sejenis lah! Terkadang aku menyikapinya dengan tenang-tenang aja, hanya sebagai pendengar, dan sesekali ikutan nimbrung sekedar sumbang komentar.

Tapi, lama-kelamaan jadi terjebak juga ama yang namanya dilema. Di sela-sela bahasan bernada sensitif itu: mau ngikutin kata hati dan berusaha netral, nanti dikira mau cari muka, mau jadi anak baik, atau sejenisnya. Mau ngikuti arus atas ketidakpuasan mereka, rasanya kok bakal nambah beban di hati, mengurangi semangat yang kadang muncul kadang redup, dan membuat kerja jadi setengah-setengah!Duh, kondisi yang sangat tidak mengenakkan L

Akhirnya aku hanya berpatokan pada diriku sendiri. Buat apa sih membuat diri sendiri menjadi lebih susah? Apa sih yang bisa aku lakukan demi menyikapi rekan sekerja yang dengan perasaan nggak karuan, bersikap semena-mena terhadap aku sendiri? Mau berargumen apalagi? Mau membela diri bagaimana lagi? Anggap aja kita semua sedang cukup tertekan, sedang berusaha untuk mengurangi beban sedikit demi sedikit walaupun begitu sulitnya terlepas dari banyak cobaan. So, kenapa semua hal nggak kita sikapi dengan santai? Kita kan sebuah team kerja, dan dimanapun yang namanya team pasti punya impian untuk tetap bertahan, saling mendukung, saling paham satu sama lain… walau dalam kondisi apapun. Terlalu protes dengan keadaan, dan hilangnya rasa maklum cuma bakal membuat keruh suasana. Kita gak akan pernah terlepas dari lingkaran negatif ini…..

Kita memang sudah terlanjur terjun ke dunia kerja. Seharusnya sebelum kita menyentuhnya, tanyakan dulu pada diri sendiri: siapkah kamu menghadapi suasana serba keruh ini? Siapkah kamu menghadapi ketidaknyamanan ini? Seberapa mampu kamu bertahan?

Munculnya ke-egoisan itu lah yang membuatku sedikit sedih di hari ini. Bukan semata-mata aku ingin protes atas suasana ini. Ungkapan perasaan kecewa dan nggak puas silahkan aja, tapi jangan sampai membawa pengaruh negatif ini untuk meredupkan semangat kita. Mungkin bisa dilihat dari sisi lain, bahwa ‘kekecewaan yang teramat sangat’ itu terkadang berasal dari diri sendiri, yang kita ciptakan sendiri, lengkap dengan pikiran-pikiran negatif lainnya. Semua itu terlalu sering memenuhi benak kita yang sedang amburadul. Cara mengurangi kadar kekecewaan?Tentu aja kembali berpikir positif (walaupun bagi aku, selalu berpikir positif itu gak gampang)….

So, kamu mulai bisa percaya kan bahwa teori berpikir-positif-untuk-kebahagiaan-hidup itu sebenernya salah satu manajemen diri dan juga untuk mengendalikan pola pikir kita? Semua emang gak mudah. Gak semudah aku menulis pernyataan itu, ya kan?

*Terima kasih buat sayangku yang selalu membuat aku terbiasa belajar bersabar*

Konser Fourplay & Yellowjacket, so Amazing…..

August 15th, 2006 by memy

Konser Fourplay & Yellowjacket hari Minggu kemarin bener-bener so amazing! Bagi penggemar musik jazz di Surabaya, penampilan band jazz asal Amerika ini mampu membuat para audience berdecak kagum. Khusus buat aku, konser ini bukan hanya sekedar hiburan atau selingan biasa…tapi bener-bener bisa membuat rasa stress ini hilang karena banyaknya beban kerjaan di kantor.. :-)

Sebenernya sejak awal-awal tau kalo ada konser, aku gak terlalu bersemangat buat hunting ticket-nya. Tapi dipikir-pikir lagi, ntar bakalan nyesel kalo gak nonton!Apalagi udah lama banget gak liat konser dengan artis sekeren ini.. so, sehari sebelum konser langsung berubah pikiran untuk nonton!hehehehe dasar… dan siang harinya (sebelum konser) aku langsung ke Shangrilla dan berharap-harap cemas takut kehabisan tiket, untungnya tiketnya masih ada… :-)

Konser diawali dengan band pembuka Maliq n D’essential, dengan gaya culun dan atraktif mereka membawakan lagu-lagu hits macam The One, Terdiam, etc. Tapi sempet kaget juga pas vokalis cewe jingkrak-jingkrak trus tiba-tiba balik badan sambil benerin kembennya yang hampir aja melorot, hihi.

Setelah Maliq n D’essential cabut dari panggung, giliran Yellowjacket beraksi dengan alunan musik jazz yang menurutku gak terlalu lembut. Hmm actually aku gak seberapa nge-fans sih ama Yellowjacket, but it’s ok lah karena peformance mereka cukup bisa membuat audience merasa enjoy. But wait… Syaharani kok belum muncul yah?Setelah menunggu beberapa lama, ternyata Syaharani sengaja muncul dengan format featuring pada lagu terakhir-nya Yellowjacket. Wow, vokal Syaharani yang menggelegar sangat balance dengan irama musik yang gak kalah keren (hiperbola banget ya kalimatnnya, but its real!hehe..). Tapi sayangnya, Syaharani hanya bawain satu lagu aja! Padahal aku berharap dia bawain minimal tiga lagu, hiks hiks. Hmm ternyata penyanyi sekelas Syaharani masih bisa grogi juga yah?Terbukti saat di atas panggung seperti nggak punya kata-kata yang pas untuk lebih mencairkan suasana dan selepas menyanyi satu lagu kelihatan bingung serta sedikit grogi sambil menghela napas dan mengibas-ibaskan tangan ke tenggorokan, kaya kehabisan suara gitu, hehehehe… (detail banget mendeskripsikannya yaa..).

Setelah menunggu para kru Fourplay recheck sound sekitar setengah jam, akhirnya Bob James dkk nongol juga dengan sapaannya yang ramah. Kebanyakan sih lagu-lagu yang dibawakan berasal dari album baru yang masih agak asing di telinga, tapi kedengeran so easy listening dan gak terlalu berat kok. Beberapa lagu juga berasal dari album lama termasuk album The Best, apalagi pas intro lagu Eastbound terdengar… woooooooooow rasanya aku pengen loncat-loncat karena itu salah satu lagu favoritku… (kayanya gara-gara Weekend Project sering bawain lagu ini deh, jadinya suka banget, hihi!). Yang bikin semangat, karena tiap lagu yang dibawain bener-bener di-improve sekeren mungkin dan iramanya lebih cepet daripada aslinya… jadi gak mungkin deh audience nya sampai ngantuk-ngantuk segala..

Tiba-tiba Fourplay ninggalin panggung tanpa berkata apa-apa. Kok aneh?beberapa audience sudah beranjak meninggalkan ballrom, tapi audience yang masih berada di dalam ruangan serentak berteriak-teriak heboh: “More!more!more!”…. dan beberapa saat kemudian Fourplay muncul lagi di panggung sambil melambai-lambaikan tangan dan langsung bermain kurang lebih tiga lagu lagi…Haiyahhh.. ternyata sengaja turun panggung dulu untuk memancing reaksi audience… ^_^

Berarti total ada sekitar lima belas-an lagu yang mereka bawakan, dan konsernya berakhir pukul setengah dua belas malam. Di luar ballroom, aku dan komunitas CTWOSIX masih ngobrol-ngobrol sejenak plus foto-foto sesaat sebelum pulang, sekedar berbasa-basi siapa tahu ada kabar terbaru dari komunitas…

Sampai rumah langsung rebahin badan di tempat tidur, teringat kalo besok harus masuk kerja, huu huuu…
Zzzzzzzzzzz….zzzzzzzzzzzzzzzZZZzzZZzzzzz…..

Waktu adalah..?

February 3rd, 2006 by memy

Prasaanku, waktu berjalan terlalu cepet. Hari ini aku jadi kangen sekali dengan masa-masa kuliahku, terutama temen-temen seperjuangan yang dulu sama-sama memulai masuk ke dunia IT dari nol. Mulai dari gak ngerti apa-apa, mencoba mengerti, dan memaksa untuk bisa mengerti yang namanya dunia IT.

Aku jadi inget, mulai dari jaman Ospek, dimana wajah kita semua keliatan lugu banget, rasanya gak ada yang menonjol, mengingat Ospek tuh jamannya Maba sering dikerjain ama seniornya (hubungannya, kita sebagai Maba ngerasa senasib seperjuangan, so gak ada yang minat unjuk diri kelebihan masing-masing). Pokoknya culun abis deh

Terus, mulai masuk ke masa-masa semester awal. Udah mulai keliatan tuh karakter temen-temen: ada yang serius banget kuliahnya, ada yg suka dandan modis, ada yang hobynya ngebanyol, ada yang gayanya anak band banget, sampai ada juga yang model kutu buku ato makhluk jenius…

Lama-kelamaan, jadi deket ama banyak kakak kelas. Akhirnya, banyak juga tugas-tugas sulit yang dibantuin, walaupun gak semuanya sih (minimal kan minta diajarin supaya gak terbiasa plagiat, hehe). Aku merasa ruang lingkup kampus menjadi semakin sempit dengan bertambahnya makhluk-makhluk yang aku kenal…Ternyata dunia ini sempit…Hehe

Btw, itu sekitar 3 tahun yang lalu. Setahun setelahnya, tugas-tugas sudah mulai bertambah. Waktu untuk sekedar jalan-jalan dan bersantai bareng temen kuliah udah mulai jarang, dan aku lebih memilih ‘memaksa’ diri ini untuk mengejar deadline dari dosen (Fuh!perjuangan berat!). Kata apa yang cocok aku gunakan untuk menyebut kondisi diri, selain kata ‘pasrah’… ?

Pada tahun ketiga, actually aku sempet merasa agak sedih sih. Temen-temenku udah mulai berkurang. Ada yang gak kuat kuliah IT dan memutuskan untuk keluar, ada yang cuti karena mungkin gak punya biaya cukup, dan ada juga yang mata kuliahnya banyak gak lulus sehingga terpaksa sekelas bareng adek-adek kelas.

Ya kadang suka sedih sih kalo ngeliat temen lagi redup semangatnya. Dalam hati aku suka ngomong sendiri: Ayo dong semangat, kita pasti bisa. Walaupun kadang aku juga mengeluh, betapa hidup ini berat banget (padahal itu cuma ngejalanin kuliah aja). Tapi mungkin akan lebih sedih lagi kalau diri sendiri juga gak semangat. Yang pasti sih, semangatku berkurang kalo ngliat ada temen yang gampang nyerah dalam suatu kondisi. I mean: Please do something my friend, I know this is not easy, but I know u can do it…

Sekarang waktu 3 tahun itu sudah berlalu. Aku benar-benar kangen dengan suasana itu. Suasana dimana aku dan temen-temen kuliahku memulai segalanya dari bawah, sampai dengan keberhasilan kami di acara kelulusan. Adakah hal lain yang bisa mengembalikan memory itu?

Hari ini aku sedang duduk disini. Di meja kerjaku. Meja penuh dengan berkas-berkas pekerjaan dan tugas-tugas yang belum selesai. Suasana juga udah berbeda, bukan lagi suasana kuliah seperti yang dulu aku dapati setiap hari. Suasana orang-orang dengan muka cukup tegang dan serius, pertanda suatu kecemasan tentang tanggungjawab pekerjaan yang bisa aja gak tercapai. Halo semua?Are u okay?

Waktu. Aku mengejar waktu?Atau waktu yang mengejarku?Please answer me..

Never Hope, But I’ve Got

January 27th, 2006 by memy

Kali ini aku benar-benar percaya, bahwa segala sesuatu yang telah kulewati bukan hanya sekedar perjalanan biasa. Disini tersimpan sejuta makna yang telah diberikan Tuhan. Mungkin, makna-makna itu akan diterjemahkan dengan sendirinya setelah aku melalui rencana-rencana Tuhan yang sejatinya memang sudah digariskan sebelumnya.Trust me?

Ketika aku mendapatkan lebih dari yang kuharapkan, aku berkata berulang-ulang: bahwa aku tidak mencarinya, dia datang sendiri!Swear!Apalagi yang bisa kukatakan selain bersyukur atas semua yang telah kudapat?This is a real life….

Aku benar-benar enggan untuk beranjak dari lingkaran ini. Sebuah tempat dimana aku bisa ikut menentukan tentang rencana-rencanaku di masa depan, dan aku melewatinya bersama bagian hatiku yang lain!Really?I hope so!

Cerita Tahun Baru

January 16th, 2006 by memy

Acara awal tahun ini mungkin gak seperti biasanya, lebih rame. Bedanya, kalau tahun-tahun sebelumnya biasanya aku kalo ditodong traktiran bakal pasang muka melas karena gak punya duit (maklum mahasiswa). Nah kalau sekarang? Pasti ditodongin ama temen-temen kantor n keluarga (alasannya: traktiran gaji pertama, traktiran wisuda, ama traktiran ultah!!). Wow!! okay, okay!

Akhirnya, tanggal 1 januari kemarin, ku traktir deh semua saudara-saudara di Surabaya (kurang lebih hampir sekitar 20 orang deh!). Yang bikin terasa istimewa, banyak juga saudara-saudara yang kasi kado (selama 3 tahun ini jarang sih ngadain acara kumpul2 kayak gini). Waktu di restoran, ternyata kalo ultah bisa dapet kue tart, asalkan billing diatas 100 rb. Wah langsung deh nunjukin KTP! Dan ternyata bener, beberapa menit kemudian, mbak-mbak waitres Primarasa tiba-tiba berbaris sambil bawain kue ultah plus nyanyi lagu2 ultah, macemnya "happy b’day 2 u.." … waduh serasa anak kecil deh, pake keplok-keplok tangan pula. Mau gak mau aku harus berdiri, nunggu orang-orang se-resto selesai nyanyi, trus make a wish n tiup lilin. Duhhh…malu.. (tapi seneng kok)

Dua hari kemudian, aku n Rima ngadain acara lagi khusus anak-anak satu kantor di Pizza Hut Jemursari. Eventnya: ultahku + wisuda kita berdua (aku n Rima - red). Acara di pizza itu lumayan seru sih, abisnya anak-anak IT Warehouse pada dateng semua, kecuali Kris & Sherly. Anak-anak yang dateng: Pak Chang, Pak Waldy, Iwan, Jasrens, Hady, Yohan, Ronny, Yudha, Robby, Nuning 1, Nuning 2, Rima, Wida (maap kalo ada yg terlupa). Wuihh disebutin semua!hehe..maksudnya aku mo ngucapin makasih untuk semua yang aku sebutin tadi karena udah mau dateng. Kayaknya yang paling heboh pak robby deh, bayangin aja anak satu itu makan 7 potong pizza (hampir 1 pan!!), tapi aku seneng kok melihat keantusiasan dirinya mengikuti acara ini dari awal sampai akhir, haha!!

Asyik dapet banyak kado!!Sayang nih kalau dipake, disimpen aja kalee… ati ditaro di museum karena kelamaan ga dipake?Hehe…

Tapi, ada cerita lucu nih. Pulang-pulang dari Pizza Hut, ujannya deres banget. Jalanan dimana-mana udah banjir total, minimal selutut tingginya bo’!Mana waktu itu dianter pake mobil sedan, syukur gak tenggelem mobilnya (saking dalemnya tuh banjir). Eh sampe rumah, orang-orang mukanya pada lemes total, gara-gara dirumah kemasukan air setinggi mata kaki!Wuihh..barang-barang berantakan dimana-dimana. So, ampe jam 11 malem orang-orang rumah aku bantuin buat beres-beres, sekalian nguras air yg ada di kamar. Wahahaha!!Seru deh…banjir terparah selama 20 tahun terakhir kayaknya neh.. Welcome to the jungle!

Horee.. Udah Lulus…

December 21st, 2005 by memy

AKhirnya, kelulusanku bulan Desember ini cukup memberikan bukti atas janjiku yang dulu. Ya..maklum, yang namanya orang tua… pasti selalu wanti-wanti anaknya supaya lulus tepat waktu, ditambah lagi nilai IPK harus diatas 3,00… minimal itu sudah terpenuhi.. Aku sudah lulus..!

Awalnya sih sulit, memaksakan diri untuk fokus kuliah (baca:penuh tekanan). Kadang aku berpikir, kuliah agak molor-molor dikit enak kali ya…santai..bisa dapet ilmu lebih banyak. Tapi, begitu tahu kondisi orang tua yang dengan susah payah berkorban dan dengan wajah penuh harapan menatap masa depan anak bungsunya ini (ceileee..), aku merasa waktuku tidak banyak. Hidup ini memang singkat, dan hal-hal penting (yang kadang orang pikir gak penting) seperti ini memang harus jadi prioritas utama. Kusebut prioritas utama, karena menurutku kuliah adalah semacam batu loncatan yang akan menunjang karir. Memang sih, dulu mikirnya terlalu jauh. Aku berprinsip: karir itu penting, selama masih belum terikat ama tali pernikahan. Tapi, setidaknya aku gak sia-sia kuliah mati-matian dengan prinsip seperti itu. Percuma juga rasanya, jika udah menghabiskan duit jutaan rupiah (milik orang tua pula), tapi hasilnya nihil. Alias: setelah kuliah, nikah, punya anak, diem di rumah gak menghasilkan duit se sen pun. Lalu, duit jutaan yang sudah dikeluarkan orang tua menghasilkan apa? Just think it..

Minimal, hasil jerih payah orang tua bisa ‘balik modal ‘lah, walaupun gak semua. Actually, itu menunjukkan bahwa kita sungguh-sungguh mau menjalani hidup ini dengan agak sedikit ‘berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian’. Why? Karena aku memang merasa bahwa gak ada satu pun di dunia ini yang mudah diraih. Semua butuh pengorbanan untuk melangkah, butuh ‘hati yang tegar’ untuk bersabar, butuh ‘indra keenam’ untuk mengetahui ‘apa yang akan terjadi selanjutnya’, dan aku tahu bahwa semua pasti tidak akan pernah sia-sia. Selama kita mampu, kenapa engga?Just try to think it again..

Saat wisuda, terbersit juga (sedikit) rasa bangga. Kenapa hanya sedikit?karena perjalanan ini masih panjang. Moment Wisuda kemarin hanyalah sebuah awal yang masih membutuhkan serangkaian kisah lain dalam hidup. Hehehe…terlalu rumit ya?

"Post Ju Cum Dan..Juventutem… Post mo lestem.. senec dotem..Nos habebit humus…Nos habebit humus…" (jadi inget pas bergabung dengan team Paduan Suara Wisuda..)

Oleh-oleh dari Bali

November 14th, 2005 by memy

Wah..lebaran kali ini rasanya seneng banget, abisnya awalnya rada takut cuma dapet libur dikit, maklum kan udah kerja. Akhirnya seneng juga karena libur mulai tanggal 1 sampai 7 November…

Pas tanya harga tiket travel, kaget juga. Kalo diitung2, pulang pergi Rp. 400 ribu!!Wooww…lumayan jauh bedanya, maklum kena tuslah. Tapi aku beruntung banget karena beberapa hari sebelum pulang, tante nawarin aku untuk ikutan pulang bareng mobil tante ke Bali..Hohoho..im coming! So, tiket travel kubatalin deh…

Seperti biasa, aku kalo lebaran selalu di Bali. Kebetulan rumah orangtua di Bali, dan banyak juga sih keluarga yang tinggal di Bali. Meskipun isu bom masih sering terdengar, keluarga di Bali masih betah kok tinggal disana. Tapi kalo aku sih, rada males menetap disana. Abis..lahir disana, besar disana. So, pengen banget menetap di Surabaya…cari suasana baru!

Kalo ditanya lebaran di Bali gimana..ya..sama aja sih kaya di Surabaya. Selalu ada acara kumpul-kumpul keluarga, trus tetangga pada dateng buat silaturahmi. Pokoknya rumah gak pernah sepi deh selama 2 hari pertama, selalu banyak tamu..

Trus kalo tahun ini yang rada beda adalah karena duitku hampir habis dibagi-bagi ke sepupu-sepupu yang lebih kecil dari aku, maupun sepupu yang belum kerja kali yah…ama ngasi ke Ibu donk tentunya. Itu emang gaji pertamaku, tapi gapapalah berbagi kebahagiaan ama orang banyak, bener nggak?? Dan yang beda lagi, mbakku udah punya suami dan calon bayi, jadinya aku agak-agak kesepian..biasanya kalo aku pulang ke Bali selalu becanda-becanda seharian ama mbak. But now?..hmmm…

Setelah hampir seminggu di Bali, ya udah deh kembali lagi ke Surabaya. Tapi sebelumnya, ehemmm… mampir dulu di rumahnya mas ‘fie di Probolinggo (ehem ehem..ketemu calon mertua ceritanya). Wah..tau ngga rasanya pas mau ketemu, grogi banget lho…abis pertama kali sih. Ternyata, keluarga mas ‘fie, terutama orangtuanya very very welcome banget, gak nyangka aja ampe segitunya. Kayak tamu penting aja, keluargaku disambut dengan baik sekali, trus dijamu makan siang segala…wah…pokoknya asyik deh. Disana saudara-saudara mas ‘fie lagi pada kumpul semua, kakak-kakak yang dari Bali n Belanda pada membawa kurcaci-kurcaci (alias anak2nya yang masih imut-imut)…wah lucu-lucu semua.. (jadi pengen..hehe)…

Akhirnya liburan lebaran selesai deh. Kembali ke aktifitas seperti biasa. Ayo..kerja lagi!!