Travelling to Salatiga
April 24th, 2008 by memySalatiga, 1 April 2008
Awal april ini saya kembali bertugas ke luar kota. Setelah beberapa hari menghabiskan waktu di kota Kendal, kali ini saya akan bermalam selama empat hari di kota Salatiga.
Salatiga adalah kota kecil. Dengan menempuh waktu perjalanan sekitar satu setengah jam dari Semarang, sampailah saya di kota yang baru pertama kali saya singgahi ini.
Kesan pertama pada saat sampai di kota ini adalah: kota berudara sejuk nan rimbun, dimana cukup banyak pohon-pohon besar di sekitar jalan. Hal ini mengingatkan saya pada kota Malang yang suasananya sekilas mirip-mirip dengan Salatiga.
Beberapa hari sebelumnya, saya berkali-kali browsing di google mengenai informasi/referensi hotel bagus di Salatiga. Maklum, saya benar-benar tidak punya info seputar Salatiga, dan juga tidak pernah punya saudara atau teman yg tinggal disini, praktis info yang saya dapat benar-benar dari hasil saya browsing selama beberapa hari (beberapa jam dalam beberapa hari maksudnya..hehe).
Beruntung, teman-teman di komunitas jalan sutra sangat antusias membagi info mengenai hotel-hotel di Salatiga. Secara garis besar rekan-rekan komunitas me-referensikan beberapa hotel:
• Hotel Wahid/Quality (Info dari rekan saya, hotel ini merupakan hotel baru, hasil merger antara Wahid & Quality)
• Hotel Laras Asri (katanya hotel ini enak dibuat santai-santai. Tapi saya kan disini untuk bekerja. Pasti waktu saya bakalan kurang untuk meluangkan waktu sekedar santai-santai.
• Hotel Le-Beringin (Info dari kenalan saya di sampoerna salatiga, hotel ini bagus dan banyak karyawan sampoerna yang menginap disini jika sedang ada tugas di Salatiga. Humm sepertinya yang ini pilihan utama saya)
Oke. Jadi saya pilihlah hotel Le-Beringin.
Sepanjang jalan menuju hotel Le-Beringin, gak seperti yang saya bayangkan: saya kira di daerah hotel tsb adalah daerah sepi, sunyi, banyak lahan-lahan kosong, dan pikiran aneh lainnya. Ternyata enggak!daerah sepanjang jalan menuju Beringin banyakkk sekali toko-toko, pasar, tempat makan. Wow!kekhawatiran saya bahwa disana bakal kesulitan cari makan..musnah sudah.
Ini kembali mengingatkan saya akan jalan Malioboro di Yogyakarta. begitu banyak toko-toko, penjual barang-barang pinggiran, kaki lima, dsb… Tapi…hal yang satu ini sedikit susah diajak kompromi. Udara dingin!Duh kalo udah ketemu yang satu ini saya bisa mati kutu. Nggak kuat deh. Jadi selama di hotel saya benar-benar mematikan AC, dan berselimut tebal…(padahal masih lebih dingin Bandung lho!).
Oh ya, review hotel Le-Beringin bisa dilihat di: